Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Pelantikan PWI Kepri 2023-2028: Akhiri Dualisme, Saibansah Dardani Resmi Pimpin

Kamis | September 17, 2026 WIB Last Updated 2026-09-17T08:59:46Z

 Batam-sinarnusantaratoday.com Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) periode 2023-2028 resmi dilantik di Batam, 17 September 2026. Pelantikan di bawah kepemimpinan Saibansah Dardani ini menjadi tonggak sejarah sekaligus penanda berakhirnya dualisme yang sempat membelah organisasi.

Mengusung semangat "Menegakkan Integritas dan Profesionalisme Pers demi Menjaga Marwah Negeri", acara ini bukan sekadar seremonial. Ia adalah momen penyatuan setelah PWI di daerah itu sempat dilanda perpecahan.

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, dalam sambutannya mengajak hadirin menengok ke belakang. Ia mengisahkan bagaimana dualisme kepengurusan PWI terjadi sejak 2023 hingga 2024.


"Pasti Bapak-bapak bertanya, 'Kok dilantik dua kali, Pak? Ada apa?'. Ceritanya berawal dari dualisme PWI. Sempat ada dua kepengurusan, satu dipimpin oleh hasil Kongres Bandung tahun 2023 di bawah Bapak Henry Tilaar, dan tahun 2024 lahir Kongres Luar Biasa Jakarta yang dipimpin Zulmansyah Sekedang," ujar Munir.

Dampak dualisme itu, lanjutnya, terasa di sejumlah wilayah. Mulai dari Jawa Barat, Banten, Sumatera Barat, Bangka Belitung, Riau, hingga Kepri. Konflik baru menemui titik terang melalui Kongres Persatuan di Cikarang pada Agustus 2025.

"Pada bulan Maret kemarin sudah selesai semua, tidak ada lagi dualisme. Cak Iban (Saibansah Dardani) melakukan PAW. Agar penyatuannya jadi kuat dan PWI Kepri solid, maka kami lakukan pelantikan pada hari ini. Tolong dijaga dan dirangkul," tegas Munir di hadapan para pengurus yang baru dilantik.

Munir juga mengingatkan sejarah berdirinya PWI pada 9 Februari 1946. Organisasi ini, katanya, didirikan oleh para wartawan yang turut memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan RI. Dari situlah PWI mewarisi apa yang ia sebut sebagai 'DNA pejuang'.

Namun di era modern, tantangan perjuangan itu bergeser. Wartawan kini dituntut mampu beradaptasi dengan pesatnya kemajuan teknologi digital, termasuk mengelola media sosial tanpa meninggalkan kaidah jurnalisme.

"Ketika masyarakat dibanjiri berita-berita masif yang tidak jelas kebenarannya, maka pers di situ harus hadir. Pers harus menjadi penjernih, pers harus menjadi pencerah, dan menjadi pembenar informasi atau *clearing house*," pesannya.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan, yang memberikan apresiasi mendalam atas peran strategis insan pers. Iman mengaku banyak belajar dari wartawan. Kritik dan pemberitaan mereka, ujarnya, kerap menjadi teguran yang membangun bagi para pemangku kepentingan.

"Banyak pelajaran yang saya peroleh dari teman-teman wartawan sebenarnya. Ada yang membuat kita semakin berpikir dan bertindak lebih baik, tidak semena-mena. Bagi saya, apa yang disampaikan mengenai peran petugas penerangan yang selalu menginformasikan pemberitaan sudah tepat," ungkap Iman.

Sebagai putra daerah yang lahir dan besar di lingkungan pesisir, Iman berharap pers terus menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah. Menurutnya, pers memiliki kekuatan untuk menyuarakan aspirasi publik dan mengangkat isu-isu kedaerahan yang krusial.

"Khusus Kepri, persoalan wilayah, masyarakat pesisir, pendidikan di pulau-pulau, kesehatan, konektivitas antarwilayah, ekonomi masyarakat, dan lingkungan hidup; pers sangat berperan untuk menyampaikan itu semua. Saya ini anak pulau, lahir dan tumbuh dari lingkungan masyarakat," tutur Iman.

Menutup sambutannya, Ketua DPRD Kepri itu mengucapkan selamat atas pelantikan kepengurusan PWI Kepri. Ia juga mendoakan kelancaran Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

"Mudah-mudahan dari 2026 ini sampai 2029 yang akan datang gembira terus. Saya ucapkan selamat dan saya doakan UKW semuanya berhasil," tutupnya.Red

×
Berita Terbaru Update