Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

BP Batam dan Kementerian Transmigrasi Perkuat Sinergi Pengembangan Rempang Eco City

Senin | Oktober 12, 2026 WIB Last Updated 2026-10-12T11:54:56Z

batam-Sinarnusataratoday.com Kepala BP Batam/Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menyampaikan dukungan terhadap program penataan dan pengembangan kawasan Rempang Eco City yang dikemas dalam Festival Transmigrasi 2026 di kawasan Rempang Eco City dan diinisiasi oleh Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia, Sabtu (10/10/2026).


Kegiatan ini menghadirkan rangkaian doa bersama, tausiyah, pertunjukan seni budaya, serta pameran produk unggulan kawasan transmigrasi yang diikuti antusias oleh para pelajar, akademisi, tokoh adat, hingga masyarakat setempat.



MKNews.co.id

MKNews.co.idSumber Referensi Terpercaya


Berita

Teknologi

Edukasi

Lifestyle

Olahraga

Keuangan

Kuliner

Hiburan

Travel

Kesehatan

Kreativitas

Karier

Inspirasi

Berita

News

BATAM GELAP! Bengkong, Sekupang, Batam Center hingga Nongsa Dilaporkan Padam, Mitra Julias Tama Pertanyakan Tanggung Jawab PLNFestival Transmigrasi 2026, Momentum Perkenalkan Potensi dan Masa Depan Rempang Eco CityBP Batam Gelar Salat Istisqa Bersama Ratusan Warga di Waduk NongsaKabut Asap Menyelimuti Batam: Hak Atas Udara Bersih Dan Tanggung Jawab NegaraDumas Dredging McDermott Bergulir ke Mabes Polri, GHLHI Soroti Klarifikasi Polda Kepri yang Tak Kunjung Terbuka


Berita

Festival Transmigrasi 2026, Momentum Perkenalkan Potensi dan Masa Depan Rempang Eco City




Selain itu, salah satu agenda yang disorot dalam kegiatan ini adalah pemaparan rekomendasi hasil Summer Course 2026, program penataan kawasan transmigrasi Rempang Eco City yang diinisiasi oleh Kementerian Transmigrasi RI.

Program tersebut melibatkan 20 mahasiswa dari TUM, bersama Universitas Diponegoro yang telah melaksanakan pembelajaran langsung sejak tanggal 1-10 Oktober 2026.

Adapun rekomendasi yang disampaikan antara lain, pengembangan infrastruktur inovatif, pengembangan skill-hub, pengembangan agroforestri, serta ecotourism.

“Rekomendasi yang sudah diberikan akan segera kami implementasikan agar masyarakat transmigran dapat mandiri dalam pemanfaatan sumber daya alam dan manusianya,” ujar Iftitah.

Menanggapi rekomendasi tersebut, Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa hasil kajian itu akan menjadi perhatian serius, baik bagi pemerintah daerah dan lintas kementerian/lembaga, sebagai bahan pertimbangan dalam mendukung penataan dan pengembangan kawasan Rempang Eco City.

“Dari rekomendasi yang disampaikan ada yang sedang berjalan, yakni proses penghijauan dengan pembangunan taman dan pemberdayaan ekonomi warga melalui bantuan bibit budidaya bahari untuk para nelayan setempat,” jelas Amsakar.

Selain itu, untuk meningkatkan konektivitas dan mempermudah akses menuju Rempang Eco City, pihaknya menyiapkan dukungan transportasi darat meliputi Trans Batam dan Bus DAMRI. Sedangkan akses laut akan didukung oleh Kapal Sri Bulang, Kapal Sri Galang, dan Kapal Sri Toda.

Penyediaan layanan tersebut diharapkan dapat mempersingkat waktu tempuh sekaligus menunjang mobilitas masyarakat menuju kawasan Tanjung Banon, Rempang Eco City.

“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan semaksimal mungkin sarana dan prasarana yang telah diupayakan pemerintah, untuk kemajuan wilayah transmigrasi Rempang Eco City,” tutup Amsakar. RED 

×
Berita Terbaru Update